Nasi Goreng

Mengapa halaman ini saya namakan NASI GORENG, karena terdapat banyak sekali filosofi dari makanan ini. Saya dapat menjelaskan beberapa yang saya tahu, mungkin teman-teman bisa menjelaskan lebih lagi mengenai makanan ini. Pokoknya makanan ini istimewa. Begini ceritanya …..

Nasi goreng memang makanan khas Indonesia yang sangat luarbiasa sedapnya bagi saya. Saing sedapnya, nasi goreng meskipun kadang dijual di pinggiran jalan yang penampilanya bikin orang-orang berduit gak mau melirik, tapi nggakbagi orang-orang WNA. Bahkan saking enaknya makanan ini, saya berhasil membuat salah satu WNA tergiyur dan melupakan program dietnya. Berkali-kali dia bilang “nasi goreng is delicious maaa, although it sells in the sides of street but the taste is very good you know. You broke my diet, Afan”. hahahaha sorry saya nggak bermaksud. Masak iya saya makan situ diem aja, yah kebiasaan orang Indonesia, tawarin lah; entah sekear basabasi atau nawarin beneran. Di sisi lain, makanan yang sudah resmi dan pasti Indonesia banget ini tidak hanya enak di lidah, enak dipandang, tetapi banyak filosofi filosofi yang terkandung didalamnya. Sempat waktu itu, entah beberapa bulan yang lalu terdapat beberapa baris kata yang menjelaskan tentang filosofi nasi goreng di beranda Facebook saya. Kalau tidak salah adalah salah satu postingan dari akun Indonesia Mengajar. Disana dijelaskan bahwa nasi goreng sangatlah komplit menjadi identitas negara Indonesia yang sangat beragam. Sepiring nasi goreng apabila dilihat sepintas hanyalah nasi goreng yang memang warna dan rasanya seperti itu. Pernahkah teman-teman berfikir bahwa untuk membuat sepiring nasi goreng itu dibutuhkan beberapa jenis bumbu rempah-rempah serta nasi, garam, kecap atau saus yang akan memberikan rasa dan warna sebagai kreasi.

*Ah biasa saja, semua juga tahu kalo bikin nasi goreng dibutuhkan bumbu-bumbu sebelum dimasak*

Hehehe…. maksud saya bukan itu, coba teman-teman sekalian berfikir lebih dalam lagi. Nasi goreng adalah Indonesia. Berbagai bumbu dan bahan dijadikan dalam satu wajan dan kemudian dapat dinikmati sebagai satu kesatuan yakni sepiring nasi goreng yang sungguh lezatnya. Demikian juga Indonesia yang beragam suku ras budaya dan agama menjadi satu dengan Bhineka Tunggal Ika. Aturan hukum dan agama dikondisikan agar dapat seimbang, serta penyeragaman yang lainya, namun masih terdapat masing masing hal berbeda itu. Indonesia menjadi indah dan enak dipandang juga dirasakan karena penampilan dan rasa akibat banyaknya perpaduan di dalamnya menjadikan istimewa. Tambahan menu dalam nasi goreng sendiri seperti acar telor, sate, kerupuk atau udang, dan lainya merupakan tambahan dari nasi goreng. Apabila kembali dituliskan dalam kebinekaan Indonesia, tambahan tersebut adalah tambahan tambahan pengaruh luar. Bisa jadi musik, kebudayaan, bahasa atau mungkin mode dari gaya berpakaian atau mungkin pernak pernik rumah. Namun esensinya adalah kembali pada nilai dan citarasa nasigoreng itu sendiri/ Indonesia. Belum lagi masih terdapat banyak jenis nasi goreng di Indonesa. Nasi goreng di Surabaya tempat saya tinggal rasanya asin dan ada pedasnya. Berbeda dengan nasi goreng di Bandung yang saya beli 2 hari yang lalu. rasanya agak manis, tapi tetap rasanya nendang banget di lidah. mantab! 😀

Berbeda dengan budaya luar. Kalo di sini makananya adalah nasi goreng, maka saya compare dengan Burger. Makanan satu ini tidak kalah enaknya juga bagi saya (Memang saya tukang makan). Seperti yang bisa dilihat, burger ini dapat dipisahkan. Dipilah-pilah mana roti, daging, sayur, keju, dll. Ini sungguh jelas mencerminkan mereka bahwa mereka sangat membedakan ini dan itu. Meskipun pada akhirnya dijadikan satu, kemudian ketika dimakan menjadi satu lahapan, namun mereka gampang untuk dicerai-beraikan. Tidak mengandung unsur merendahkan salah satu pihak, tulisan ini hanya sekedar menggambarkan apa yang ada dalam makanan yang terdapat di 2 tempat berbeda.

Kembali pada alasan mengapa halaman ini saya memberi judul nasi goreng, karena halaman ini berisikan opini opini saya. Dimana opini-opini tersebut bisa dikatakan sikap saya agar manjadi orang yang humble, atau mungkin ketika saya tidak bisa mengkontrol diri untuk menjadikan tulisan di halaman ini penuh dengan amarah, kesedihan, atau mungkin beberapa peristiwa lain yang sering saya amati. Pada dasarnya saya suka mengamati segala hal yang terdapat pada lingkungan saya, kemudian saya berusaha untuk mengkaitkan dengan beberapa hal/peristiwa sehingga dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi diri saya sendiri dan pembaca blog. Hidup memang dipenuhi banyak masalah. Bahkan orang mati pun bermasalah dengan pertanggung-jawaban dia dengan Tuhan selama dia hidup. Di satu sisi lain, ngapain juga kita terlalu menikmai kegalauan dengan berbagai masalah. Boleh sih kita galau dan nangis bombai seharian. Kalau kata Sahrini sih, nangisnya alai cettar yang membahana, tapi cukp sehari aja yah galaunya. Mending dari permasalahan itu kita coba jadikan karya tulis yang ahirnya bisa menginspirasi banyak orang.

*Emang move on segampang kita berkedip bang??*

susah yah buat move on? kalo gak dicoba gimana bisa tahu susah atau tidak. Yuk kita mulai saja perlahan demi perlahan. Ini nih, saya ada beberapa cerita yang mungkin bisa bermanfaat. Selamat membaca yaaa 😀

PUBLIC RELATION, sebuah pekerjaan yang dapat direvolusikan kepada nilai-nilai kehidupan

Tulisan ini saya ketik ketika selesai perkuliahan. Selesai kuliah jam setengah 1 siang dan harus dilanjutkan ada pertemuan anggota dalam organisasi saya nantinya jam 3, membuat saya tidak bisa diam. Mencoba menuliskan apa yang tadi sudah saya konsep ketika berada di tengah perkuliahan. Sebelum membaca secara jauh, saya mengawali terlebih dahulu bahwa tulisan ini berdasarkan pandangan sederhana saya. Sehingga masih membutuhkan banyak komentar, masukan, dan kritikan dari kawan-kawan sekalian. 🙂 Read More

MY AWESOME 2012

………………………………………………… ketika kecil semuanya mempunyai mimpi dan impian; dengan sangat percaya diri mengekspresikan impianya itu, namun dengan berjalanya waktu dan umur membuat mimpi itu sirna secara perlahan dan seakan-akan aku tidak pernah dan tidak kenal dengan yang bernama MIMPI, sudah; sirna apa yang namanya impian dan harapan. yah, tapi tidak sekosong itu saya menjalani hidup. di sekoah juga diajarkan bagaimana yang namanya membuat planing dan merencanakan kehidupan. Thanks untuk Bu Edi selaku guru BK dan orang yang menghukum saya di dalam waktu 2 minggu saya sekolah di SMP selama menjadi siswa kelas 7. [Jika siapapun yang membaca tulisan ini bisa disampaikan rasa terima kasih saya untuk beliau]. hampir sama certa beliau dengan sahabatku Nanak yang dulunya tinggal di desa bersama sawah-sawah…………………… Continue To Read

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s