PERSISTENCE, ISTIQOMAH, ULET, SEBAT, настойчивость, VOLHARDING, Þrautseigja

Assalamualaikum guys, apa kabar semuanya? Wah semoga semuanya selalu sehat dan kabarnya luarbiasa. Sudah lama banget yah, saya ngga nulis di blog ini. Tulisan terahir tentang novel dan komentar sebelum tayangnya “9 summers 10 Autumns”. Sisahnya cuman reblog dari beberapa posting orang-orang yang menurut saya berpengaruh bagi pembaca blog ini. Yaps bener banget, blog ini isinya adalah tentang impian, dan pengalaman serta pandangan saya dalam hal-hal yang terjadi di sekitar, yang mungkin juga teman-teman sekalian mengalami atau bahkan sudah melewati peristiwa yang pernah saya alami juga; nggak jauh berbeda lah dengan isi deskripsi dari blog ini di kolom About. Kita bisa saling berbagi di sini, karena berbagi adalah indah dan sungguh menyenangkan bukan?

Alright, setelah semester kemarin absen sama sekali nggak nulis, yah maklum mahasiswa tingkat ahir ya, sok sibuk dan menjadi individualis mendadak, karena focus dengan TA nya, dedikasi terbaik untuk yang terahir kalinya di jenjang pendidikan itu. Oh well, terlalu banyak opening (maklum orang Indonesia, memang sudah kulturnya, ama seperti Italia, Spanyol, dan beberapa Negara lain). Anyway lama ngga nulis jadi kaku sorry aja jika tulisan ini jauh dari memberikan motivasi atau drama yang membuat orang bersemangat menggebu-gebu dan teary maybe. I just wanna try to shar on my thought. Kritik saran, selalu diterima dengan sangat lapang dada. Here we go then …

Beberapa waktu yang lalu, beranda facebook saya terdapat beberapa gambar teman-teman yang sudah mendapat impiannya, belajar di negeri orang. Ada yang sudah beberapa bulan lalu, ada yang masih barusan landing di negara itu, dan yang terbaru adalah teman sekelas di kampus yang movingnya sangat cepat sekali menurut saya. Mereka keren. Ngomong-ngomong nih, tidak jarang saya mendengar eberapa perkataan orang-orang baik dikenal ataupun tidak oleh saya “ngapain sih belajar jauh jauh ke negara orang. Emang negara kita kurang layak yah? Emang apa okenya belajar di negara orang? Jadi orang itu harus nasionalis.” ada lagi yang bilang begini “saya sih nggak muluk-muluk ngapain belajar di negara orang di sini aja cukup. jadi orang kok ya neko-neko”; dan banyak lagi kalo misalkan saya kutipkan di sini semua. Sebagai orang yang mempunyai passion yang sama, saya sih cuman tersenyum saja. Ngapain juga ditanggapi, lagian itu hak dia karena prinsip orang hidup itu berbeda-beda bukan?

Ketertarkan saya menulis tentang hal ini karena saya merasa kagum dengan kinerja teman-teman untuk menggapai impiannya dan membuktikan kepada orang-orang bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Effort mereka, tidak ada yangs sia-sia karena Allah sendiri juga tidak pernah menutup mata telinga dan tidak tinggal diam dengan usaha yang dilakukan umatnya. ada tiga orang nih kali ini yang saya gunakan sebagai contoh bahwa IMPIAN itu mutlak buat manusia dang MENGGAPAI apa yang telah DIIMPIKAN.

Kalau kata Imam Syafii, “Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.“

Sebut saja Tina. Dia ini teman seperjuangan saya untuk mendapatkan program-program seperti itu, karena untuk dengan uang sendiri yah susah sekali. Untuk kuliah di negeri sendiri aja kami berdua penuh perjuangan. Kita berbeda universitas, kota, dan mungkin saya juga lupa kita pernah ketemu di mana. hehehe … maaf. Sepertinya sebuah event nasonal yang pesertanya banyak banget dan kita baru berkenalan di sebuah media sosial yang sangat bermanfaat bagi saya, “Facebook-thanks to Zukerburg” (Banyak informasi dan support untuk better education by fb. Sepertinya orang-orang salah elarang hobi maen fb, karena tergantung pada individunya saja). Alright kembali ke Tina. Tina ini bisa jadi dibilang baru dalam kegiatan ekstra semaca ini. Sama seperti saya (Jika ada yang bilang sok ngeksis ikutan ini itu, terserah, ini niatan mencari ilmu, tholabul ilmi). Dengan posisi yang baru ini kita saling tanya ini itu dan informasi sebagainya. gagal bareng?? pasti, sudah teramat sering kita. Sukse bareng? alhamdulillah juga pernah.

Sampai suatu ketika, dia pernah bilang kepada saya “Kapan ya mas saya bisa menginjakkan kaki saya di USA”. Saya ngga bisa menjawab dan hanya bisa berdoa, insya Allah sooner or later kalo Allah menganggap kita siap, pasti akan segera dipanggil untuk mendapatkan edukasi dari negara yang mempunyai ratusan pendidikan terbaik di dunia saat ini. Dan ternyaa kesempatan itu pun terkabulkan di tahun 2013 ini. Tidak lama, mungkin sekitar empat sampai lima bulan kedepan setelah perbincangan itu, dia mendapatkan program tersebut. Tahun pertama kedua, dan tahun ke tiga dia lolos untuk sebuah program di negara paman sam tersebut. Tentunya tidaks esingkat cerita ini, terdapat berbagai cobaan yang pastinya akan menjdi satu halaman sendiri untuk menceritakan kisah si Tina ini. Dengan tektnya yang kuat, dia tetap melakukan apa yang namanya hal kecil dan berkesinambungan, lama lama akan menjadi besar. Teori istiqomah ini memang banyak yang mengerti, namun syaangnya tidak dari semua yang megethuinya, memahami dan mengamalkan apa yang anmanya istiqomah. Berkali-kali kalimat ini saya ucapkan, untuk memotivasi diri sendiri, adik, dan siapapun “Allah is very Great as the Lord, so why we doubt on Him then?” Kita boleh saja mempunyai rencana, tetapi di dalam sebuah rencana, terdapat lagi yanga namanya rencana. Hingga akhirnya, Tina dapat dengan bangganya mengatakan “Iya mas, alhamdulillah aku ketrima di program X di USA. Ayo mas, tetap berusaha yah, biar bisa tercapai juga impiannya. Ternyata doa kita dan usaha kita itu tidak akan pernah sia-sia kok”

Elisa (bukan nama sebenarnya). Gadis satu ini, saya kenal melalui sebuah program pertukaran pemuda, waktu itu kami lolos di beberapa tahap, dan gagal untuk di tahap selanjutnya. [Afan gagal lagi? haha Its okay]. Awlanya mengenal dia biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik dalam sebuah pandangan, perbincangan atau hal apapun. Sampai akhirnya kita menjadi sebuah tim dalam sebuah kepanitiaan event internasional. saya tahu namaya Elisa dan kita sempat menjadi satu tim. Lagi lagi dengan facebook, koneksi saya tersalurkan dengan orang-ornag hebat di Indonesia bahkan mancanegara.

Ketika itu saya menjadi ketua event kepemudaan di Jawa Timur, sebelum itu saya promo dan dia akhirnya sering berbalas pesan dengan saya. Jadi waktu itu ternyata dia mempunyai passion yang sama dalam memberikan kontribusi kepada msyarakat sekitar, terlebih lagi beberapa mutual friend kita banyak dan tidak sekedar kenal. Dari situ kita lebih akrab, sampai akhirnya dia pun menjadi salah satu bagian dari komunitas yang saya ikuti.

Singkat cerita, dia meminta surat rekomendasi kepada saya untuk sebuah program di negara X di Eropa. Jujur, maksud hati sangat ingin sekali memberikan surat rekomendasi itu, tapi jika diingat-ingat dan diperhatikan, surat rekomendasi dan program yang dijalankan tidak nyambung. Ketika itu saya berfikir, akan tidak bergunanya surat itu jika tetap dibikin dan diserahkan sebagai bahan lain untuk melamar program beasiswa di negara X tersebut. Dia akan tidak terpilih dan terbuang tenaga dan segalanya. Sampai akhirnya ada juga alasan agar dia mencari surat rekomendasi lainnya. Suatu ketika di depan halaman fakultas tempat saya belajar, didepan beberapa teman (saat itu kami sedang rapat sebuah event untuk Surabaya), dengan gaya centil tetapi agak aneh menurut saya (hehehe sorry) dia mengatakan sesuatu kepada kami, “guys haduh panasnya, nyasar di kampusnya Afan. Huh jadi ingin ke negara yang agak sejuk.. hehe.. minta doanya yah, semoga aku bisa ke negara X. mmmm -dia agak ragu- ehh gak gak pokoknya aku janji, I promise to you. Aku akan ketrima, soalnya udah banyak sekali pengorbanannya. Doaya yah yah yah… biar bisa langsung berangkat”. Seketika itu kami bilang “aamiin”… iya didoakan biar lolos. Meskipun ada beberapa wajah yang ragu dengan doa si Elisa tadi.

Di beberapa waktu di luar itu keraguannya dia keluar lagi. “haduh fan aku nggak PD bisa nggak yah. Aku alumni SMA Z, gitu”. Saya yang mengetahui sekolahnya seperti apa tertawa dan becandain “Hahaha sekolah seperti itu mana ada mutunya….”, namun saya menyesal karena dia langsung drop dan berkata “hmmm”. Berbincang-bincang agak lamaan akhirnya dia kembal semangat dan bertekat untuk melanjutkna segala proses dan tantangan. Sampai akhirnya saya teramat sibuk dengan tugas kuliah, ngajar, dan kegiatan lain yang membuat saya jarang berkomunikasi dengan beberapa teman termasuk si Elisa ini. Dan akhirnyaa…. di awal ramadhan 2013 ini dia berhasil mendaratkan kakinya dengan selamat di negara X dimana dia telah bermimpi. seketika itu syaa langsung teringat memory-memory ketika dia curhat untuk pertama kalinya di event yang saya adakan bersama teman-teman Surabaya, Malang, Jakarta. Juga yanglebih jelas dan lama teringat ketika di depan fakultas saya “I promise” dan Allah ebnar-benar menjawab apa yang telah diusahakan dan diperjuangkan oleh Elisa.
Ketiga adalah inspirasi yang datangnya dari Shinta (nama disamarkan). Yang ini saya sepertinya sangat mengenal dia dibandingkan dengan dua contoh sosok sebelumnya. Dia satu kampus dengans aya. pertama kali datang di Surabaya, sangat terlihat dia anak daerah. Mindernya kadang bikin saya jengkel. Namun saat saya menetapkan diri menjadi Bounty Hunter (Sebutan baru saya untuk pemburu beasiswa dan overseas program), ternyaa dia diam mengikuti gerak gerik saya (sorry bukan sok PD). Bis adilihat dari hari ke hari mutual friend kita sama dan salig bertambah, juga orang-orang itu orang yang kami anggap patut dijadikan anutan. Sampai akhirnya ketika saya mendapatkan program pertama dia cerita kepada saya tentang apa yang diimpikan sebenarnya. dari situ dia dengan pelan namun pasti berevolusi menjadi seorang yang tangguh dan patut diperhitungkan. Dia juga salah satu orang pertama yang saya kenal di kampus, ketika kami masih freshman.

Beberapa kali Shinta apply program namun tak kunjung diterima. Setelah saya coba cek aplikasinya, ternyata dia masih minder seperti yang dulu pertama saya kenal. Makanya beberapa orang di sekitar kami dulu memandang dia sebelah mata. Tapi saya tahu bahwa dia sangat mempunyai potensi. Kami juga sering sharing, karena jujur saya ketika itu sedikit kesal dan gemes dengan dia karena kenapa mindernya nggak hilang-hilang juga. Toh kita semua sama diciptakan di dunia ini. Bahkan, ketika dia sedang memimpin sebuah komunitas di kampus dan melihat saya, dia jadi kikuk dan bingung. Hingga akhirnya saya dan Raisha (bukan nama sebenarnya –teman dekat kita berdua juga – ) mencoba untuk membuat dia menjadi lebih PD. Share info ini itu dna akhirnya dia beberapa kali lolos program-program conference atau sejenisnya. Ini nih yang sering orang bilang anak hobi ikutan event serupa adalah orang yang suka nampang dan doyan jalan-jalan. Haha itu sih terserah anda, kalo menurut saya pribadi mah. Sampai akhirnya dari situ Shinta menjadi lebih percaya diri dan dia mempunyai seorang role  model yang sangat ia gandrungi. Dari situ saya jadi punya kesempatan “ayo, kalo kamu ingin maju, harus bisa seperti dia”. Dan 2013 ini dia panen bounty dari Allah. Saat ini dia berada di Negara X untuk memenuhi sebuah undangan istimewa yang menurut saya keren. Dua hari yang lalu dia mengirm pesan kepada saya melalui wa “Peng, aku minta doanya ya, aku akan pergi ke Negara X samapi tanggal sekian. Makanya kemarin-kemarin ngurus visa dan sebagainya. Minta doanya ya.” Jujur dalam hati saya sangat bersyukur dan bangga dengan Shinta karena dia telah begitu cepat bergerak menggapai apa impian-impian nya. Seketika itu saya mengirimkan kabar juga kepada Raisha tentang pencapaian dia.

Mereka bertiga adalah sedikit dari banyaknya orang-orang yang kuat dan menurut saya ini adalah lebih kuat daripada manusia terkuat yang bisa mengangkat beban jutaan ton. Saya juga belum tentu bisa menjadi kuat seperti mereka. Oleh karena itu say menuliskan kisah mereka dalam blog yang isinya penuh dengan curahan hai saya. Merkea mengingatkan kepada saya akan suatu usaha yang kontinyu dapat memberikan hasil yang luarbiasa tidak terkira.

Saya yang sampai sata ini harus bersabar agar dapat program ke Negara Britania Raya atau Negeri Paman Sam, harus mempersiapkan dengan ikhlas dan matang. Dengan keadaan saya yang akan finish di jenjang perkuliahan S1, harapan saya adalah diterimanya Master program saya kelak, insha Allah, sooner or later saya akan mendapatkan program itu pasca kelulusan saya di bulan March 2014 nanti (Insha Allah). Personally, saya mau minta doa restunya. Boleh la yah, minta mantuan doa kepada pembaca agar bisa dikabulkan. Ehehe.. Aamiin…

epacha.org

Melihat judul yang saya buat ini, berasal dari berbagai bahasa (English, Arabic, Javanese, Turkish, Russian, Dutch, dan Icelandic) yang pada intinya adalah sama; yakni ketekunan. Terus apa dong hubungannya dengan gambar gambar tsunami di Jepang barusan? Banyak banget pastinya hubungannya sama topik kali ini. Belajar dari alam, sebuah air yang banyak dianggap bahwa air itu benda cair dan bisa dikalahkan karena tidak kuat dan sekeras batu. Namun pada kenyataannya air dapat menghantam segalanya jika air tersebut melakukan persistence. Tidak pernah berhenti melakukan hal hal kecil yang ahrnya dapat menghantarkan benda atau sesuatu yang keras, yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh akal sehat, namun akhirnya terjadi juga. Siapa sangka, sebuah kapal besar bisa sampai ke tengah kota yang sama sekali jauh dari bibir pantai. Bahkan di negeri kita sendiri, Aceh, terdapat sebuah perahu yang berada di atas gedung di tengah kota akibat gelombang tsunami di kala itu. Selain itu, perhatikan gambar di samping ini, batu yang terus menerus tertetesi air, maka akan tergerus juga walau jatuhnya secara sangat halus.

bejopaijio

Lalu, apa lagi yang harus diragukan dengan impian kita, harapan, cita-cita, dan hajat kita?

Kita tidak pernah tahu kapan doa kita akan dikabulkan, tapi yang kita tahu adalah pasti Tuhan mendengar apa yang kita inginkan, meski kita tak mengucapkannya. Coba saja perhatikan gambar dua orang yang sedang menggalih ini, juga video yang saya masukkan di halaman ini. Good luck and See you at the top !!!

 

Afan Nash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s