9 Summers 10 Autumns

“Belajar, Terus Berlayar. Manusia tidak akan pernah puas dan jangan pernah puas dengan apa yang kita dapatkan, namun jangan pernah melupakan yang namanya bersyukur, sekecil apapun. Maka dari itu belajar dan teruslah berlayar”

Seakan akan kata-kata di atas sangat teramat jelas sekali ketika saya tadi siang-sore berada di De Boliva Cafe bersama author 9 Summers 10 Autumns mas Iwan Setyawan (Om Bayek). Hehe.. sedikit penjelasan, siapa yang masih belum tahu kenapa saya panggil Om Bayek, karena mas iwan sendiri dulu ketika masih di kampungnya dipanggil bayek, dan sampai sekarang. Memanggil om kayanya lebih sopan deh, karena jarak umur kita lumayan. Ketika mas Iwan beranjak menuju IPB, saya masih baru bisa merangkak dan makan bubur.

Alright, malam ini saya sangat bahagia. Alhamdulillah. I think whole of my March 23rd 2013 now is my second greatest day, after experiencing my days in Kampung Paseban, Bogor. Yeps, saya merasa sangat bersyukur kala itu, bisa merasakan hidup singkat di Paseban, kampung yang sangat sederhana dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Sederhananya membuat segalanya jadi tenang. Apalagi saya bisa belajar dan bisa saling berbagi bersama penduduknya. Kemudian hari ini adalah my second greatest day karena banyak sekali ilmu-ilmu yang saya dapatkan sama om bayek (Sumon kepada Suhu.. haha)

Awal Novel 9S10A

Seprti biasanya, saya akan menceritakan detil cerita saya. Di part ini adalah awal mula saya mendapatkan novel ini. Saya yang awal 2013 lalu stay beberapa puluh hari di Jakarta untuk panggilan internship-training di GPF Office sampai first March saya balik ke Surabaya. Biasanya kalau ngga keluar bareng kakak kakak saya di office, saya mencoba untuk explore Jakarta dari tempat yang keras menurut saya seperti daerah di Blok M, Pulau Gadung, dan terminal terminal lain, sampai daerah daerah berkelas. Ada satu teman dari Jatim juga waktu itu yang kebetulan bekerja di sana. Jadi kita explore bareng. Sampai akhirnya jakarta lumpuh karena hujan dan banjir, dan saya hanya weekend di MOI yang hanya berjalan dari tempat stay saya melalui basemen. hehehe.. Naik turun kurang jelas di sana, dan sampai akhirnya berlama-lama di Gramedia. Di sana lah saya bertemu buku itu, sebuah novel keren yang pernah saya baca (novel Indonesia). Setelah pulang buku itu langsung saya habiskan sampai esok pagi berangkat ngantor saya baca itu. Kala itu saya berangkat terlalu awal sehingga nunggu kantor dibuka. Allright, pulang ngantor bukunya sudah habis saya baca. Sangat keren. Dari situ saya langsung mencari segala informasi tentang mas iwan, dan menonton tayanganya ketika masih di acara Kick Andy. Selama membaca buku itu, saya keep sms-ing my mom, then at night I called her. Many things I learned from that book. Saya menjadi semakin sayang sama kaluarga, terutama orang tua; semakin tegar menghadapi hidup, karena masalah itu akan hadir selama hidup, banyak orang tahu tapi ngga semuanya benar tahu; saya semakin rajin belajar dan meraih my first dream which is styding abroad; saya jadi ingin balik lagi ke indonesia, nantinya ketika pasca study di luar dan dapat pekerjaan yang super better; also I wanna huge people and reach their hands, not only touch. Selain itu masih banyak lagi nilai nilai yang saya ambil di buku itu yang susah saya wujudkan dalam kata-kata.

My awesome of March 23rd 2013

I’ve marked that date as my awesome date and mentioned it many times on this page cuz I do love it. Di tanggal itu teman sekelas memberikan informasi kalau mas Iwan akan mengisi acara di ITS. Tanpa pikir panjang saya langsung memesan 5 tiket untuk saya dan para sahabat saya. Belum sampai transfer uangnya saya baru mendapati kalau jadwal tes seleksi PPAN Jawa Timur. Meskipun belum mendapatkan pengumuman tapi saya yakin pasti lolos melewati seleksi awal, meski belum tahu nasib di babak selanjudnya. Well, finally saya lolos dan harus ikud test. sementara itu mas iwan komen di foto saya “Sampai Ketemu Sabtu depan, Mas”

waah tambah galau saja saya waktu itu, secara saya sangat ingin sekali untuk ketemu sama sii om bayek kan, sejak pertama kali membaca buku itu di halaman awal. Nah, ketika kesempatan itu datang, saya ngga bisa. Apalagi ada produser yang memvisualisasi novel itu dalam film, juga pemeran Iwan Bayek (Ihsan Tarore). Well, oke saya harus mengikuti seleksi itu dan melupakan sejenak Mas Iwan. Yaaa meski saat itu saya juga mesih kepikiran bagaimana suasana di ITS. Oh ya, hampir lupa. Sebelum berangkat test itu, saya juga sudah dapat info kalo ada kumpul kumpul keluarga Apel Surabaya (Komunitas pecinta karya Iwan) jam 1 siang sampe selesai. Saya ngga tau bisa hadir apa nggak, yang penting register aja dulu, urusan bisa atau nggak, belakangan.

Tanggal 23 pagi, saya siap siap untuk test dan ngga lupa Ibuk tercinta menyiapkan sarapan santai dan secangkir susu tawar (hanya ketika moment-moment khusus saya disiapkan seperti ini, dan saya selalu gak sempat melahapnya. Di hari biasa yang saya pasti bisa melahap semuanya tapi gak pernah disiapkan.. haha aneh). Berangkatlah saya test dan ketemu temen FB yang juga menginspirasi saya, dia Syabith, alumni program CCI dari Fulbright. Kami bersebelahan dan ngobrol-ngobrol. Setelah pengumuman, saya ngga lolos dan Syabith lolos. Oke seperti tahun lalu, saya pulang lagi. hehehe… Ketika pulang, saya sedih banget sebenernya, tapi gak juga sih. Hehe berusaha berfikir positif karena pasti ada hal sangat menarik dan bisa diambil nilai nilai positifnya. Saya sering mengalami gagal dan dari situ, ada rencana indah yang telah disiapkan oleh Allah buat saya. Sering kita dengar tulislah impianmu diatas kertas dengan sebuah pensil, lalu biarkan Tuhan yang menjadi penghapusnya; karena sesungguhnya Ia maha mengetahui apa yang kamu butuhkan.

Dalam Al Quran pun juga telah dituliskan, Allah yang pasti mengetahui umat-umat Nya, menyampaikan melalui QS. Al Baqarah [2]:216 “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

jadi yah keep positive thinking saja. apa susahnya toh… saya juga semped menulis status ini di akun facebook saya, ketika di De Boliva menunggu mas Iwan “jadi kesimpulanya adl:
awal january ditunda brangkatnya agar bisa ke kampung paseban dan ketemu novel 9S10A. kmudian awal perkuliahan batal brangkat agar bisa mengawali kuliah linguistic yg ujung2nya menganalisa novel itu. dan hari ini ditunda buat ikutan program itu, dan digiring sama rencana Allah buat ketemu author tuh novel. Sehingga gua bisa smpein langsung ke dia klo novelnya bakal gua jadiin bahan research.

sungguh rencana yg sempurna. indahnya khusnudzon … ;D”

kalimat di atas merupakan kesimpulan saya yang sudah batal berangkat 3 kali. di awal tahun ke 2013 ini. prtama SUSI Religious Pluralism and American Democracy, ke dua di Ho Chi Minh City di National University of Vietnam (ini tinggal berangkat doank tapi nggak jadi), dan terahir program Indonesia-Canada bersama PPAN yg berhenti di tahap seleksi II.

kembali ke atas, saya gagal dan harus pulang. Di tengah perjalnan saya berfikir, gimana kalau ke De Boliva saja untuk kumpul sama keluarga apel. Ahirnya dari Jl. Kayoon tempat saya awal, dan sudah hampir nyampe Cito, harus balik lagi ke Gubeng. Masih ada satu jam perjalanan yang bisa saya tempuh, karena jaraknya lumayan banget. Kalo di daerah DKI, seperti arah dari Kelapa Gading ke Juanda. Lumayan lah. Parahnya, pakaian saya aneh. Mengenakan pakaian resmi putih dan berdasi; kalau dilepas dasinya saya seperti waiter di cafe donk. Jadi sepanjang acara, saya pake jaket hitam kepunyaan teman. haha thanks a lot Numi.

Nggak lama, mas Iwan, Ihsan Tarore, mas Edwin Nazir, dan Chatriene, juga lainya datang. Diawali dengan senyuman Ihsan yang kebelet kencing. wkwkwk nyelonong aja nenggor kursi saya. singkat cerita, kami saling bercerita di sana, sangat dekat engan orang2 terkemuka itu, dan mas Iwan ternyata tau saya yang selalu rese di FB dia, mention2 ngga jelas. hahaha “Eh lu itu yang itu kan yah, iya gue tau kok. Ini nih yang kirim pesan kmarin kan” dia ngejelsin ke anak-anak lain yang dateng sambil menunujk saya “Iya mas, tapi males banget, pesan gua ngga di balas, cuman di-seen doank” saya membalas “iya gua males banget sama lu boy”
“bzzzzz” hahaha saya membalas.

Kesipulanya adalah, saya bisa pulang ke rumah tanpa sedih dan justru sebaliknya. Sangat bahagia. Mungkin sebagian peserta test PPAN 23 March lalu bisa jadi bad day atau mungkin the worst day, tapi yakin lah, ada banyak nilai2 yang pasti kalian bisa ambil. Saya terus aja berpikir positif salama perjalanan meninggalkan lokasi test tadi, meski belum tahu, kejutan apa yang akan saya terima nanti. Dan kejutanya adalah ini, bisa ketemu, ngobrol dan sedekat ini dengan mas Iwan. Ketika itu waktu sholat ashar sudah mepet, dan saya ngga mau meninggalkan moment ini. Ngobrol lah saya sama pegawai cafe dan numpag sholat di tempat istirahat para karyawan. hehehe “the power of talk” men..Setelah sholat, saya lanjud ngobrol2 dan becanda sama lainya. Dulu berkeinginan izin ke penulis novel ini melalui email untuk saya teliti novelnya, sebagai literary research course, tapi saya malah ngobrol langsung sama orangnya. Dia juga nulis di novel saya “Dear Afan, skripsi harus dihajarr !!!” hehe hal nyeleneh yang saya jug suka adalah meminjamkan sepidol saya untuk dipake mas Iwan. haha ababil banget yah gua :p alhamdulillah seneng pokoknya bisa becanda2 sama mas Iwan dan deket banget itu dream comes true. Mungkin kalian yang membaca ini, ngerasa biasa, tapi YAKINLAH, RAYAKAN DAN SYUKURI KESUKSESAN KECILMU, KARENA HAL BESAR DIMULAI DARI YANG KECIL.

March 23rd 2013Cheers,

Afan

Foto Foto

(Nanti akan saya update dengan banyak lagi foto dari kamera teman)

2 thoughts on “9 Summers 10 Autumns

  1. kayaknya sampean lega banget setelah sharing ini. hehe *sotoy
    overall nice posting, pengalamanmu keren mas!
    and good luck for your final project!
    “karena SUKSES BESAR dibangun dari sukses-sukses kecil”

    Yuni
    #KeluargaApel Suroboyo 🙂 )

    1. waaah thank you banget sudah baca.. hehe iya alhamdulillah. seharusnya tanggal itu menjadi tanggal yang menyedihkan karena aku harus sedikit sedih karena gagal, seperti tahun lalu. tapi hasilnya malah sebaliknya. God drove me to the right way 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s