HONESTY

=Arti sebuah kejujuran adalah kesederhanaan hidup yang membuat hidup kita menjadi mulia dan istimewa mempesonanya=

kaki

Beberapa menit yang lalu saya bertemu dengan teman mahasiswa dari fakultas lain yang sedang melakukan survey tentang seberapa pemahaman tentang pemahaman mahasiswa kampus saya akan hadith-hadith; jenis dan mengucapkan hadith yang diketahuinya. Dari kejauhan mereka saya amati. Mereka nampak asing dan terlihat seperti kebingungan. siapa yang hendak mereka wawancarai. dalam hati berfikir ini pasti bukan mahasiswa fakultas ini. Beberapa kali saya melihatnya mondar-mandir mendekati beberapa mahasiswa lain yang ada. Beberapa dari mereka sempat lama dan tidak sedikit yang hanya kurang dari lima menit. Sampai akhirnya lobby fakultas lantai satu pun sepi. Hanya tinggal saya seorang yang sibuk dengan blog ini. Akhirnya giliran saya pun tiba. Mereka mendekati saya dan menenyakan beberapa pertanyaan yang telah mereka susun dengan sangat rapih dan sistematis.

Setelah beberapa pertanyan dan diskusi yang telah kami lakukan, saya mencoba untuk menyeletuk kepada mereka “Kenapa repot-repot mondar mandir gini sih mas? Bikin saja data palsu atau kalau tidak mau berbohong, siapa pun kan bisa ditanya. Kalau ada yang gampang ngapain nyari yang susah. dosen juga gak akan meneliti bagaimana kinerja kita. Toh saya kemarin melihat beberapa teman mas mas ini membuat data seadanya. Ini dari fakultas Matahari (Nama disamarkan) kan?”

“Iya mas. Kok tahu? Yah kami hanya mencoba melaksanakan tugas dengan jujur dan baik mas. Sudah banyak orang yang tidak jujur di dunia ini. Kalau kita pemudanya seperti itu bagaimana negeri kita nantinya mas.”

“Betul mas. Lagian ini juga hanya sebuah survey kecil; apalagi nanti survey yang sebenarnya. Lagian saya juga nggak berani bohong mas. Teman-teman saya juga sih. Doesn lihat atau tidak kan bukan urusan. Yang penting proses kami.”

Sejenak terlintas dari pikiran saya. Bagaimana kelakuan beberapa orang yang dengan mudahnya memalsu jawaban dan analisa. Betapa mulianya pemuda-pemuda ini. Secara penampilan mereka tidak menarik. Namun secara akhlaq mereka luarbiasa. Biarlha pakain mereka tidak modis. biarlah mereka dianggap cupu. Namun naluri kumpulan pemuda tadi lebih modern daripada mereka di luaran sana.

Saya juga teringat kata-kata teman saya yang juga sering saya goda mengenai kejujuran. Saya yang kuliah di jurusan sastra tentunya membutuhkan banyak membaca buku. Namun suatu ketika dosen menanyakan ada teman saya “Anda sudah membaca?”

“Not yet mom” Dalam hatiku berkata wah berani benar dia dengan dose yang semacam ini. Habislah dia di kelas itu waktu itu dan jadilah bahan bencandaan kami sampai beberapa semester kedepan. Bahkan mungkin akan menjadi bahan candaan kami nanti ketika sudah menadaptkan gelar S1 nanti.

Dia teman dan sahabatku di kampus. Tidak pernah mencatat dan cuek, namun dia menuruti apa perkataan orang tuanya jangan pernah bolos dan berbohong. Dia berkata kepada saya dan juga beberapa teman berkumul kami “hidup itu jangan pernah ada kebohongan dan harus selalu ada ksederhanaan”

Saya sejenak kagum dan tersentak. Seorang sahabat saya yang bisa dibilang agak bandel (lebih tepatnya bekas anak bandel) dan cuek mengungkapkan kata-kata seperti itu.

Hidup ini memang harus penuh dengan kejujuran dan ksederhanaan. Terkadang ksederhanaan itulah yang mengantarkan untuk menjadi suatu hal yang istimewa.

*Cerita nyata ini ditulis awal 14 November 2012 08.32 WIB dan dilanjudkan malam ini 10.26 WIB 18 Februari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s